Afaf Nadwa

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Aku Bisa Menulis karena Rajin Membaca

Aku Bisa Menulis karena Rajin Membaca

Yuk, membuka dunia dengan buku. “Buku adalah jendela dunia,” kata ibuku. Dengan membaca kita akan memperoleh banyak pengetahuan. Baik yang ada di sekitar kita maupun yang sangat jauh dari tempat tinggal kita. Bahkan informasi dari luar negeri bisa kita ketahui dengan membaca.

Sejak kecil, ibuku sudah memperkenalkan aku dengan buku. Sebelum tidur, ibuku membaca buku dan mendongeng untukku. Aku senang sekali. Banyak dongeng yang aku suka. Ibuku juga membacakan aku buku ketika aku bermain. Bersama ibuku, aku menjadi suka buku.

Dengan bertambahnya usia, aku semakin suka dengan buku. Kata ibuku walaupun aku belum bisa mengenal huruf, aku suka mengambil buku lalu membuka-bukanya.

Buku yang kuambil biasanya buku bergambar. Maklum, aku kan masih kecil. Jadi suka dengan buku bergambar. Dari gambar yang ada di buku aku mulai berimajinasi. Aku membayangkan dalam benakku. Dengan berimajinasi aku mulai berlatih mengarang sebuah cerita. Aku bercerita secara lisan yang berasal dari gambar yang kulihat dari buku.

Setelah bisa membaca, aku semakin suka membaca buku. Untuk melatih kelancaran membaca, aku sering membaca buku-buku cerita yang ada di rumah. Ayahku memiliki banyak buku di rumah.

Buku favoritku buku cerita dan komik. Ayah membelikanku buku banyak sekali. Yang paling banyak adalah buku Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK). Buku itu karya anak-anak Indonesia. Aku senang dengan para penulisnya. Aku senang membaca buku KKPK karena bahasanya enak dan mudah dipahami.

Setiap kali membaca buku, aku selalu menemukan kata baru. Untuk mengetahui artinya ibuku bilang aku harus membuka KBBI. Ternyata, semakin sering membaca, semakin banyak kata yang belum kuketahui. Akan tetapi dengan bantuan KBBI, akhirnya aku menjadi tahu. Semakin banyak yang aku tahu, aku semakin pintar. Semakin banyak membaca buku, semakin aku tahu informasi yang ada di dunia ini.

Kebiasaanku membaca menyenangkan orang tuaku. Mereka sangat mendukung dan memintaku untuk terus meningkatkan kemampuan membacaku. Caranya, setiap usai membaca, orang tuaku selalu memintaku untuk bercerita. Tujuannya agar aku bisa memahami isi buku yang kubaca. Jika ada yang tak kupahami, aku bertanya pada orang tuaku dan dengan senang hati orang tuaku akan menjelaskannya.

Pada suatu saat, aku mengikuti Sagusabu. Aku ikut ayahku karena menjadi panitia. Walaupun pesertanya banyak orang tua, aku tidak minder. Aku mengikutinya dengan baik.

Setelah ikut kegiatan itu, aku mulai tertarik untuk menulis. Aku berlatih menulis peristiwa yang terjadi setiap hari. Aku juga menulis tentang pengalaman belajar di sekolah, saat bermain bersama teman, dan kegiatan bersama keluarga. Semuanya kutulis setiap hari.

Dari banyak membaca, kini aku sudah bisa menulis beberapa buku. Hebat, kan, teman-teman? Kamu ingin seperti aku? Yuk, banyak membaca dan menulis!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Rajin membaca menjadikan kita pintar menulis

10 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali