Afaf Nadwa

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Berkreasi dan Berkarya di Masa Pandemi

Berkreasi dan Berkarya di Masa Pandemi

Sejak Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi, pemerintah menyuruh semua kegiatan di sekolah ditiadakan dan siswa disuruh belajar di rumah saja. Tidak boleh keluar rumah. Begitu pula aku dan sekolahku. Aku hanya bermain dan belajar di rumah.

Seminggu sekali, aku dan teman-teman datang ke sekolah. Hanya sebentar saja. Kami diberi tugas untuk dikerjakan di rumah. Setelah selesai dikerjakan di rumah, tugas dikumpulkan lagi pada minggu berikutnya.

Di rumah aku mengerjakan tugas dari guruku. Aku selalu berusaha mengerjakan tugas tepat waktu. Aku tidak suka menundanya. Sebelum tugas selesai kukerjakan, aku tidak boleh bermain.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) membuatku jenuh. Di sela-sela belajar, aku bisa bermain tetapi hanya di rumah saja. Menggambar bersama ibuku menjadi salah satu kegiatan yang menghiburku. Agar tidak jenuh, aku bermain tablet. Saat aku bermain tablet, orang tuaku selalu berpesan, “Main tabletnya yang bermanfaat ya, misalnya, membuat video, mendesain ucapan ulang tahun, dan lain lain.’’

Aku mematuhi pesan orang tuaku. Aku pun belajar cara membuat dan mengedit video. Meskipun susah dan sering gagal, aku tidak putus asa hingga aku bisa membuat video sendiri. Setelah bisa membuat video, aku membuat channel youtube. Channel youtube kuisi dengan konten kehidupanku. Senang rasanya bisa berkreasi dan berkarya.

===

Enam bulan berlalu. Aku naik kelas. Aku ingin memberi hadiah khusus untuk guru kelasku. Akhirnya aku membuat puisi yang menggambarkan sosok guru kelasku. Puisi tersebut kuberi judul Guruku Larasati dan kusisipkan dalam video Guruku Tersayang yang kunyanyikan. Pada waktu kukirimi videonya, guruku senang sekali. Aku juga bahagia karena bisa mempersembahkan puisi terbaik buat guruku. Puisi itu selanjutnya juga kukirim ke Majalah Literasi Nasional Media Guru Indonesia. Alhamdulillah puisi karyaku dimuat.

Setelah menerima rapor, aku mengisi liburan dengan kegiatan hiburan. Aku memancing ikan di sungai. Aku pamit kepada ibuku.

“Ibu, aku pergi memancing dulu ya bersama temanku.”

“Baiklah. Hati-hati, ya.”

“Ya, Ibu.”

Aku pun pergi memancing bersama Afika, Jihan, dan Syifa. Ternyata memancing itu sulit. Lama sekali aku tak dapat ikan. Akhirnya saya dan teman-teman turun ke sungai dan mengambil dengan besek. Setelah mendapatkan ikan, aku pulang. Sampai di rumah, ikan kuserahkan pada ibu untuk dimasak.

Setelah liburan, tahun ajaran baru dimulai. Kini aku kelas 5. Sekolah masih pembelajaran jarak jauh. Kembali aku belajar dari rumah. Bahkan aku dan teman-teman tidak boleh ke sekolah. Tugas-tugasnya diberikan melalui grup WA.

Belajar di rumah terus-menerus membuatku jenuh. Aku harus mencari sesuatu yang baru agar aku tidak bosan. Setelah mencari-cari ide di internet, akhirnya aku memperoleh ide. Kali ini aku menggambar di kertas stiker. “Wah ternyata aku bisa membuat stiker sendiri. Sepertinya stiker ini laku dijual nih.”

Aku mendesain banyak stiker. Setelah stikernya jadi, kutawarkan pada teman mainku. Ternyata banyak yang suka. Mereka membeli stikerku dan aku mendapatkan banyak uang. Alhamdulillah bisa untuk menambah tabunganku. Dari kecil itu aku memang suka bisnis. Bisnis apapun aku lakukan.

Selain membuat stiker, aku juga belajar desain yang lain. Aku membuat desain twibbon. Aku minta diajari oleh ibuku. Setelah bisa, aku berpikir untuk menjualnya. “Kalau dijual pasti laku nih,” begitu batinku. Tak disangka ternyata banyak pesanan yang masuk. Sekitar 15 twibbon yang berhasil kubuat. Alhamdulillah aku bisa menghasilkan uang sendiri dari hasil karyaku.

Pandemi memang musibah tetapi juga membawa berkah. Aku bisa belajar mengembangkan bakatku. Namun demikian aku lebih senang kalau kondisinya normal dan corona menghilang.

Aku rindu sekolah seperti dulu. Bisa bertemu guru dan teman-temanku. Mari kita berdoa supaya wabah ini cepat berlalu. Tetap semangat belajar, jaga kesehatan, dan selalu memakai masker.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali