Afaf Nadwa

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
RAMADAN DATANG, HATIKU SENANG

RAMADAN DATANG, HATIKU SENANG

Hore …. bulan Ramadan telah tiba. Hatiku senang sekali. Aku akan kembali berpuasa bersama teman-teman.

Sejak duduk di bangku kelas 1 SD, aku sudah kuat berpuasa selama sehari penuh. Memang aku harus menahan lapar dan haus, tetapi aku senang. Kadang aku juga ingin jajan tetapi aku tahan hingga waktu berbuka. Pengalaman berpuasa sejak aku kecil tak kan pernah kulupa.

Selain godaan lapar dan haus pada waktu puasa, aku juga punya godaan lain. Biasanya aku sulit bangun pada waktu sahur tetapi aku paksakan. Ibuku membangunkanku pukul 3 dini hari. Karena tidak terbiasa bangun pagi, mataku sulit kubuka. Kadang aku makan sambil mengantuk. Untungnya pada waktu sahur ada program televisi yang kusukai yaitu Umar bin Khattab. Aku senang sekali menontonnya. Kantukku menjadi hilang. Setiap bangun untuk sahur aku selalu menonton tayangan yang bagus itu.

Setelah sahur, aku sering tidur lagi. Rasa kantuk selalu menggoda. Aku tak bisa menahan. Apalagi kalau aku tidurnya larut malam, inginnya tidur terus.

“Tidur sehabis sahur itu kurang baik. Suara azan akan memanggil untuk bagun lagi.” Ibuku selalu berpesan begitu. Benar saja, belum lama aku tidur, terdengar suara azan. Ibuku kembali membangunkanku untuk shalat Subuh. Aku bergegas bangun dan mengambil air wudu. Kemudian kuambil mukena dan ke musala untuk berjemaah.

Hari pertama puasa Ramadan, sekolahku libur. Aku berada di rumah bersama keluarga. Puasa rasanya berat sekali tetapi aku harus kuat menahannya hingga waktu berbuka tiba. Lama kelamaan aku menjadi terbiasa dan tidak merasa berat lagi.

Selesai salat Zuhur, aku diajak mengaji ibuku ke musala. Ada pengajian yang dibimbing oleh pak kiai di kampungku. Kiaiku itu hafal Al-Qur’an. Yang ikut pengajian banyak sekali. Namun tidak semua ikut mengaji. Banyak yang ketika mengaji malah tertidur. Aku juga sering tertidur karena mengantuk dan lapar.

Suatu hari, selepas salat Asar, aku pernah merasakan puasa yang sangat berat. Badanku lemas sekali. Aku merengek dan minta izin pada ibuku untuk berbuka. Ibuku menegurku dan memberi nasihat, “Orang puasa tidak boleh cengeng. Kamu harus kuat. Yang kuat berpuasa akan mendapatkan dua kenikmatan. Yang pertama itu kenikmatan ketika berbuka puasa dan yang kedua pada saat nanti menghadap Allah swt.” Karena ibuku tidak mengizinkan aku berbuka, aku bertahan berpuasa hingga waktu magrib tiba.

Menjelang magrib, aku hanya tiduran. Badanku benar-benar lemas. Waktu rasanya berjalan lama sekali. Tak sabar hatiku menanti waktu berbuka. Tiba-tiba terdengar suara sirene dari masjid. Alhamdulillah waktu berbuka telah tiba. Senangnya hatiku. Aku berbuka bersama keluarga.

Sejak puasa pertama di kelas satu, puasaku selalu genap 30 hari. Tidak pernah ada yang bolong puasanya. Orang tuaku senang denganku karena aku selalu kuat berpuasa. Untuk itu, setiap lebaran tiba aku selalu diberi hadiah yang kusuka.

Kini, aku sudah di kelas 5 SD. Aku senang karena aku bisa berpuasa lagi di bulan Ramadan tahun ini. Karena aku sudah besar, aku tidak lagi ikut mengaji bersama ibuku. Aku punya kegiatan mengaji sendiri. Aku ingin ikut posonan di pesantren. Rencananya aku akan tinggal di pesantren bersama teman-temanku.

Selama posonan nanti, aku akan mengaji dan menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu aku juga akan mengaji kitab-kitab agama. Dengan tinggal di pesantren, aku akan berlatih hidup mandiri. Melakukan pekerjaan sendiri tanpa bantuan orang tua.

Ramadan telah datang. Hatiku senang. Semuanya senang.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali